MOTIVASI PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua,

 

Yang saya hormati bapak/ibu orang tua anak-anak kami,

Yang saya muliakan bapak/ibu rekan-rekan guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang dirindukan anak-anak saat ini.

Saya kepala SMPN.11 sangat prihatin dengan kondisi kita saat ini. Saat ini tidak ada pembelajaran tatap muka di depan kelas antara bapak/ibu guru dengan anak-anak murid tercinta.

 

Semakin meluasnya penyebaran wabah (Covid-19) membuat pemerintah dan semua stake holder harus berfikir keras dalam menangani kasus ini.

Sampai saat ini, pemerintah tidak mengambil langkah refresif seperti pembatasan wilayah secara ketat atau lockdown, tetapi hanya melakukan aturan pembatasan sosial atau Sosial Distancing. Hal ini diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang kemudian dipertegas dengan PP No. 21 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Presiden Joko Widodo dengan tegas mengimbau utntuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah. Hal inilah membuat dunia pendidikan kita menjadi berubah 180 derajat. Karena satu satunya solusi yang bisa ditawarkan dengan melakukan pembelajaran daring (online learning/ online classroom). Hal ini seperti memberikan shock therapy bagi guru dan siswa. Banyak guru belum mengenal apa itu pembelajaran daring dan bagaimana melakukannya.

Demikian pula dengan pula siswa masih belum familiar dengan pembelajaran daring. Memang selama ini dunia pendidikan kita seakan-akan acuh terhadap pembelajaran online dan sangat lambat perkembangannya di Indonesia khususnya di Kota Binjai. Pembelajaran secara daring atau online learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan perangkat computer atau gadget yang saling berhubungan di mana guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.

Pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antar perangkat guru dan para siswa. Pembelajaran daring ini sangat membantu dunia pendidikan kita di saat pandemi ini. Banyak aplikasi yang bias dimanfaatkan dalam pembelajaran daring seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Edmodo, Quizzi, Zoom Cloud, Jitsi, dll. Namun, saat ini yang digunakan di kota Binjai khususnya SMP Negeri menggunakan WA grup kelas.

Saat ini pemerintah kota Binjai Bapak Walikota H. M. Idaham bersama Dinas Pendidikan kota Binjai menggagas pembelajaran daring dengan menggunakan SIGUM (Sistem Informasi Guru Mengajar) yang bekerja sama dengan pihak Telkom.  LMS (Learning Managemen Sistem}  berupa SIGUM digunakan sebagai wadah pembelajaran dan pihak sekolah khususnya SMPN. 11 Binjai mengalokasikan dana BOS unruk subsidi paket data internet dari Telkom.

Guru dituntut  mampu merancang atau mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkan atau media daring SIGUM dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Dengan demikian, keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemic Covid – 19 ini adalah kemampuan guru dalam berkreasi merancang dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya untuk tetap semangat dalam belajar secara online dan tidak menjadi beban psikis. Yang terpenting dari semua ini, guru harus tetap dan tanpa henti memotivasi siswa dalam pembelaran.

 

Selamat bekerja bapak/ibu guru …tetap semangat dan sehat selalu.

Selamat belajar anak-anakku peserta didik SMPN. 11 seluruhnya ..tetap semangat dan sehat selalu.

Tetaplah membantu dan memotivasi  di rumah wahai bapak/ibu orang tua anak-anak kam. Sehat selalu dan tetap semangat mendampingi anak-anak belajar di rumah.

 

Salam kekeluargaan dari saya kepala SMPN. 11 Binjai, KHAIRANI, M. Pd. Beserta seluruh bapak/ibu guru dan staf tata usaha.

 

Share with:


Related posts

Leave a Comment